Perlunya Berbuat Baik dengan Tetangga
Tantangan menulis 365 hari ke-1587 tanpa jeda
Perlunya Berbuat Baik dengan Tetangga
Bagian 4
“Suami dan anakku sekarang sedang pingsan karena dipatuk ular.”
“Ayo Bu bersiap, kita bawa mereka ke rumah sakit.”
Ita istri Maman setuju saja, Wawan cepat-cepat mengeluarkan mobilnya untuk menolong kedua orang tetangganya itu. Tak butuh waktu yang lama mereka langsung pergi ke rumah sakit yang jaraknya belasan kilometer. Begitu tiba di rumah sakit keduanya langsung dibawa ke IGD.
Sedangkan Ita dan Wawan tak dibolehkan masuk ke ruang tersebut, terpaksa keduanya menunggu di luar, duduk di kursi besi di sekitar koridor. Selama menunggu penanganan suami dan anaknya di luar, Ita nampak gelisah dan cemas sekali.
“Ibu harus tenang, dan banyak berdoa.”
“Rasanya percuma aku berdoa Pak.”
“Mengapa?”
“Doaku mungkin tidak dikabulkan oleh Allah.”
”Sebabnya?”
“Aku orang jahat. Gara-gara aku menarok kembang di tepi jalan yang menghalangi mobil Bapak keluar masuk gang, aku sudah mendapat balasannya. Suami dan anakku dipatuk ular yang bersarang di kembang itu.”
“Ibu jangan berpikiran seperti itu. Isyaallah bapak dan putri Ibu, selamat.”
Usai Wawan berkata begitu, tiba-tiba seorang tenaga medis yang ikut menangani pengobatan Maman dan Lusi anaknya, keluar dari ruang IGD, lalu berkata.
“Ibu istrinya Pak Maman?”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
