Perlunya Berbuat Baik dengan Tetangga
Tantangan menulis 365 hari ke-1589 tanpa jeda
Perlunya Berbuat Baik dengan Tetangga
Bagian 6
Begitu berada di ruang inap perawatan kelas tiga, yang ruangnya tak terlalu besar dan ditempati oleh beberapa orang pasien lain dan beberapa pengunjung yang menjenguk keluarganya yang sakit, Wawan mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruang perawatan itu, karena selain ramai, Pak Maman belum boleh diajak berinteraksi.
Mengetahui tetangganya berada di luar, Ita langsung menemui Pak Wawan sambil berkata dengan penuh keramahan.
“Berhubung suami dan anak saya hanya tinggal menunggu pemulihan, kalau Bapak mau pulang tak apa-apa.”
“Oh, ya Bu. Baiklah aku pulang dulu ya Bu. Kalau butuh kendaraan untuk Bapak dan Lusi pulang ke rumah, kasih tahu saya saja, Bu.”
“Oh…ya Pak. Terima kasih.”
***
Dua hari kemudian Maman dan anaknya sudah pulang ke rumah. Tak lama berada di rumahnya, dia dan istrinya sudah memindahkan kembang-kembangnya ke tempat lain diikuti oleh tetangga yang lain.
Malam harinya, Maman meluangkan waktu bertamu ke rumah Wawan untuk mengucapkan terima kasih dan ngobrol seperti layaknya sahabat dekat. Maman dan istrinya berubah total sikapnya ke Wawan, mereka seperti bukan sebagai tetangga saja, mereka sudah seperti keluarga.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
