Happy Family
Tantangan menulis 365 hari ke-1619 tanpa jeda
Happy Family
Bagian 4
Selanjutnya mereka mengobrol begitu akrab satu sama yang lainnya seperti tidak pernah terjadi marahan di antara mereka di siang tadi.
Di saat asyik mengobrol tersebut, tiba-tiba Agus ngomong dengan papanya.
“Pa, maafkan aku dan Mama ya…”
“Maaf untuk apa?” tanya Rustam berlagak lupa dengan kejadian siang itu sampai dia keluar dari grup.
“Sebenarnya video yang Papa posting di grup itu sangat bagus, aku dan Mama kagum dengan kemampuan Papa bisa bikin video itu.”
“Terus mengapa kalian komentari negatif.”
“Aku dan mama sepakat komen seperti itu, biar Papa marah lalu keluar grup…”
Belum sempat omongan Agus selesai, Rustam memotong dengan omongannya.
“Lalu Papa terkena sanksi dan bisa makan di tempat ini kan?”
“Iya Pa.”
“Kau dan Mamamu memang cerdas, ngerjain Papa agar kita semua bisa makan di restoran ini.”
“Maafkan kami ya, Pa.” ujar Lina ikut minta maaf pada suaminya.
“Ma…ma…mau mengajak makan di sini saja pakai modus segala, susah amat sih. Padahal kalau kepingin mau makan ke sini tinggal bilang saja ke Papa.”
“Tapi beda Pa, kalau berhasil ngerjain Papa itu asyik rasanya.”
“Tapi akhirnya Mama kena sanksi juga kan?”
“Iya…nih, Mama mungkin kualat kan Papa.”
“Sekarang tidak kualat lagi, Mama kan sudah minta maaf ke Papa.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
