Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Memanggil Arwah

Memanggil Arwah

Tantangan menulis 365 hari ke-1622 tanpa jeda

Memanggil Arwah

Bagian 2

“Maaf Bang mau bertanya.” ujar Anto kepada warga desa yang pertama kali ditemuinya.

“Mau bertanya apa ya?”

“Di mana rumah orang yang bisa memanggil arwah orang yang sudah meninggal, kata orang-orang beliau itu tinggalnya di desa ini?”

“Oh maksudmu rumah Kek Deris.”

“Mungkin.”

“Bukan mungkin, satu-satunya orang yang bisa memanggil arwah orang yang sudah meninggal di desa ini adalah Kek Deris, rumahnya ada di ujung desa ini.”

“Ciri rumahnya seperti apa Bang?"

“Sebenarnya Kek Deris tinggalnya bukan di sebuah rumah melainkan di sebuah gubuk beratapkan dari anyaman daun nipah, dinding pondoknya terbuat dari kulit kayu.”

“Oh…begitu. Terima kasih Bang atas informasinya.”

“Ya, sama-sama. Oh…ya kalau ngomong dengan Kek Deris agak keras sedikit, karena beliau sudah agak kurang pendengaran.”

“Baik Bang saya pergi dulu. Mari….”

“Mari….”

Anto melanjutkan perjalanannya, sekitar lima menit berikutnya dia sudah sampai di gubuk Kek Deris, setelah bertanya lagi di sana-sini.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post