Pasar Malam Setan
Tantangan menulis 365 hari ke-1615 tanpa jeda
Pasar Malam Setan
Bagian 4
Lalu Suno menceritakan kronologi kejadiannya dari awal mereka masuk ke hutan jati mau menunaikan salat Zuhur sampai mereka bertemu dengan pak kades.
“Untunglah Bapak-bapak bisa selamat, Bapak-bapak sudah memasuki pasar malam setan.”
Mendengar itu, Suno, Nazar, Tanu, Bahri dan Samsul jadi merinding.
“Bapak tahu dari mana kalau di hulu desa Bapak, tepatnya di dalam hutan jati itu ada pasar malam setan?” tanya Nazar.
“Tahu dari cerita-cerita orang tua yang ada di sini. Di dalam hutan jati itu sudah banyak orang yang meninggal korban dari mahluk halus penghuni hutan jati yang angker itu.”
“Hutan jati itu mengapa menjadi hutan angker Pak?” tanya Samsul.
“Di zaman penjajahan dahulu, tempat itu dijadikan sebagai kuburan orang-orang korban penyiksaan dari penjajah asing. Mereka yang disiksa kemudian meninggal di buang begitu saja di tempat itu seperti bangkai hewan saja, tanpa dikuburkan dengan benar.”
Setelah banyak mengobrol dengan kelima orang itu, pak kades berkenan mengantarkan mereka ke lokasi dekat hutan jati tempat bus yang mereka tumpangi mengalami mogok.
Beruntung sekali, begitu tiba di tempat itu, bus baru selesai diperbaiki dan siap melanjutkan perjalanan menuju kota. Sebagai kompensasi atas ketidakyamanan tersebut, sopir bus menggratiskan biaya menumpang bus itu dan ketika tiba di kota diberi sarapan gratis juga.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
