Cinta Segitiga
Tantangan menulis 365 hari ke-1637 tanpa jeda
Cinta Segitiga
Bagian 2
“Kau memang manusia yang tidak punya perasaan, mau merebut pacar saya ya?”
“Kau atau aku yang tidak punya perasaan. Kau kan tahu aku sudah lama mendekati Eli, mengapa kau nembak dia duluan.”
“Eli kan masih sendiri, belum punya pacar tak salah kan aku menembaknya.”
“Tapi seharusnya kau jaga perasaanku, aku sudah duluan mendekati Eli mengapa kau menyalipku, perempuan lain banyak mengapa merebut gebetanku.”
“Begini saja biar kita tak ribut, kita selesaikan saja masalah kita dengan berkelahi, yang menang berhak mendapatkan Eli.”
“Siapa takut. Ayoo….”
Herman dan Ali siap berkelahi memperebutkan Eli, keduanya sudah berhadapan dan sudah pasang kuda-kuda, saat keduanya sudah mulai saling mendekat hendak berkelahi, Eli berteriak keras.
“Hentikan niat kalian mau berkelahi, kalian berdua sama-sama dekat denganku. Tak pantas memperebutkan aku. Aku bukan piala bergilir yang harus kalian perebutkan. Berhentiiii…!”
Mendengar teriakan Eli, keduanya tak jadi berkelahi. Ali akhirnya pergi, begitu juga Herman. Eli tinggal sendirian di pantai itu, masih mau menyaksikan matahari tenggelam.
Tak berapa lama kemudian, Herman ternyata kembali lagi menemui Eli yang sendirian di pantai. Melihat kehadiran Herman, Eli bertanya ke Herman.
“Mengapa kau kembali ke sini lagi?”
“Mau menemanimu, boleh?”
“Boleh saja, asal tak ribut lagi dengan Ali.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
