Cinta Segitiga
Tantangan menulis 365 hari ke-1635 tanpa jeda
Cinta Segitiga
Bagian 1
Herman sudah sejak lama menyukai dan mencintai Eli. Namun belum berani menyatakan cintanya ke orang yang disukai dan dicintainya itu, karena dia memiliki sifat pemalu. Tanpa sepengetahuan Herman, Ali juga menyukai Eli.
Seiring berjalannya waktu, Ali jadian dengan Eli, karena pada suatu sore dia berhasil nembak Eli ketika mereka sedang berdua saja di pantai yang ada di desa mereka, saat menunggu untuk menyaksikan matahari tenggelam.
“El, aku mau menyatakan sesuatu padamu.”
“Katakanlah Bang.”
“Aku mencintaimu, maukah kau menjadi pacarku?”
“Aku mau menjadi pacar Abang, tapi ada syaratnya.”
“Apa syaratnya?”
“Kita tak usah lama pacaran, aku mau kita cepat menikah.”
“Mengapa harus cepat-cepat menikah?”
“Ibuku mendesak agar aku cepat menikah, karena beliau sudah sering sakit-sakitan, ibuku takut tak bisa menyaksikan pernikahanku.”
“Sepertinya aku belum siap menikahimu dalam waktu dekat, aku harus mengumpulkan uang dulu.”
“Aku siap menikahimu dalam waktu dekat.” ujar Herman yang tiba-tiba muncul entah dari mana datangnya.
Mendengar omongan Herman itu, Eli menjadi bimbang. Memilih Ali atau Herman. Kedua pria itu memang sama-sama disukainya dan dekat dengannya. Sebaliknya Ali sangat marah dengan Herman, karena dia baru jadian dengan Eli, Herman mau merebut Eli darinya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
