Demi Cinta
Tantangan menulis 365 hari ke-1650 tanpa jeda
Demi Cinta
Bagian 3
“Mencintai tak boleh sebanyak itu, kata orang bijak mencintai sesuatu kalau hanya sepuluh persen terlalu sedikit, mencintai seratus persen terlalu banyak.”
“Oh, begitu. Jadi aku sebaiknya mencintai dia sekitar delapan puluh persen saja, ya Bang.”
“Iya, agar adik tak mudah cemburu dengannya.”
“Terus, cara aku bisa balikan dengan dia bagaimana, Bang?”
“Adik katakan saja secara langsung dengan si dia.”
“Aku malu dan gengsi Bang.”
“Mengapa mesti malu dan gengsi? Adik masih mencintai dia kan?”
“Iya, Bang.”
“Mencintai itu harus bisa mengalahkan segalanya. Hilangkan rasa malu dan gengsi adik.”
“Begitu ya Bang? Kapan aku harus mengatakan itu.”
“Secepatnya, sebelum cowok adik tersebut direbut oleh cewek lain.”
“Aku katakan sekarang ya Bang.”
“Terserah adik.”
Tania diam sebentar sambil mengambil napas dalam-dalam mengumpulkan keberaniannya. Setelah dia yakin bisa mengatakan apa yang mau dikatakannya, mulailah dia berkata ke Bahir.
“Bang aku masih mencintaimu, kadarnya sekitar delapan puluh persen. Aku kepingin kita balikan.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
