Hantu di Kampung Macan
Tantangan menulis 365 hari ke-1641 tanpa jeda
Hantu di Kampung Macan
Bagian 1
Joko yang patah hati karena ditinggal pacarnya menikah, berusaha untuk move on dengan pergi ke Kampung Macan. Di kampung ini dia berencana untuk menginap beberapa malam di rumah sepupunya buat menenangkan dirinya agar bisa melupakan kesedihannya, sehingga bisa move on.
Pagi-pagi sekali dia sudah minta izin kepada ibunya untuk pergi meninggalkan rumahnya yang ada di kota, buat menenangkan dirinya selama beberapa hari di kampung sepupunya itu.
“Bu, pagi ini rencananya aku mau pergi ke Kampung Macan.”
“Untuk apa kau pergi ke sana, Ko?”
“Aku kepingin menginap di rumah Tegu, Bu.”
“Berapa lama?”
“Paling lama seminggu, Bu.”
“Lama sekali kau di sana?”
“Kalau aku tak betah besok mungkin sudah pulang, Bu.”
“Ibu mengizinkan kau menginap di rumah sepupumu, di jalan pelan-pelan saja kau menjalankan motormu.”
“Ya Bu, Insyaallah.”
Lalu Joko mencium tangan ibunya seraya pamit dengan berkata,”Saya pergi dulu, Bu.”
“Ya, hati-hati di jalan.”
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
