Hantu di Kampung Macan
Tantangan menulis 365 hari ke-1647 tanpa jeda
Hantu di Kampung Macan
Bagian 7
“Hiks…hiks…hiks…anakkuu…kauu…di mana? Ibu mencarimuuu?”
“Hiks…hiks…hiks…anakkuu…kauu…di mana? Ibu mencarimuuu?”
Suara itu terdengar semakin mendekat ke arah tempat Joko dan Tegu bersembunyi, yang membuat keduanya bersiap-siap untuk menyergap dan menangkap hantu itu.
Begitu hantu itu melintas di depan rumah Tegu. Keduanya langsung menyergap bermaksud mau menangkap hantu itu. Eh ternyata usaha Joko dan Tegu sia-sia, mereka berdua merasakan seperti menangkap angin saja, ternyata itu hantu benaran. Karena keduanya mengetahui itu hantu benaran, membuat Joko dan Teguh langsung pingsan menggeletak di jalan.
Untunglah hantu itu hanya menakuti saja, tidak mencekik manusia, dia hanya mencari anaknya yang hilang. Kalau tidak, keduanya pasti sudah celaka. Menjelang Subuh Joko dan Tegu baru tersadar dari pingsan.
Pagi itu juga Joko langsung pamit untuk pulang ke kota pada bibinya dan Tegu.
Dasar nasibku sedang lagi apes, sudah kehilangan pacar, datang ke kampung ini berusaha mau move on, eh bukan move on yang didapat, justru bertemu hantu, hampir saja aku celaka terlintas kata di hati Joko, saat mengendarai motornya ketika hendak meninggalkan rumah Tegu sepupunya.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
