Mencari Istri
Tantangan menulis 365 hari ke-1658 tanpa jeda
Mencari Istri
Bagian 1
Amran baru sekitar empat bulan ditinggal oleh istrinya untuk selama-lamanya. Istrinya meninggal dunia, karena menderita penyakit jantung. Sejak hidup sendirian, dia tak bahagia. Amran selalu merasa kesepian tinggal di rumahnya yang besar dan tergolong paling bagus di kompleks tempat dia berdomisili.
Meski memiliki banyak uang, aset yang berlimpah, tidak cepat membuat Amran move on dari penderitaannya. Pagi itu dia duduk termenung sendirian di teras lantai 2 rumahnya, karena dia tak memiliki anak dan tak mempunyai asisten rumah tangga.
Saat dia termenung tersebut, handphone-nya berbunyi, rupanya adiknya yang ada di desa menelponnya. Dia langsung menerima panggilan tersebut.
“Assalamualaikum, ada apa Tan?” tanyanya ke Rustan adiknya.
“Di desa kita sedang musim duku, apa Abang tak kepingin pulang ke desa?”
“Malas ah.”
“Aku tahu Abang masih bersedih karena ditinggal kakak, insyaallah aku bisa mencarikan wanita lain untuk Abang buat pengganti kakak.”
“Ah…Abang tak percaya, kau saja belum menikah karena tak bisa mencari wanita untuk pendamping hidupmu, mana mungkin bisa mencarikan Abang istri.”
“Justru belum menikah itu, aku bisa dengan mudah mencarikan Abang istri. Karena pacarku banyak temannya, jadi aku minta tolong dengan pacarku itu untuk mencarikan Abang istri.”
“Kau tidak membohongi Abangmu ini?”
“Mana berani aku memberi Abang harapan palsu.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
