Peristiwa Silam
Tantangan menulis 365 hari ke-1630 tanpa jeda
Peristiwa Silam
Bagian 4
Lalu Leli berhenti sejenak bicara, menghapus air matanya yang menetes. Selanjutnya dia bicara lagi.
“Kalau waktu bisa diputar, aku lebih memilih kamu sebagai suamiku.”
“Ya, sayangnya waktu tak bisa diputar. Lupakanlah peristiwa silam. Aku sudah punya istri yang mencintaiku apa adanya.”
Usai berkata begitu, sang istri bersama ibunya pulang dari pasar mengendarai mobil mewah, melihat istri Iwan turun dari mobil mewah tersebut, Leli sempat terkesima melihat kecantikan istri Iwan yang sangat cantik melebihi dirinya, mengenakan banyak perhiasan-perhiasan yang mahal.
“Oh rupanya, Papa ada tamu ya?” ujar Tania.
“Ya, Ma. Kenalkan dia teman SMP Papa.” kata Iwan mengenalkan mantan pacarnya itu.
Sebenarnya Iwan tak pernah bohong pada istrinya, tapi kali ini dia terpaksa bohong, karena dia menjaga perasaan istrinya yang sangat dia cintai itu.
Lalu Tania menyalami Leli, sambil menyebutkan namanya.
“Tania.”
“Leli.”
Setelah bersalaman dengan Tania, Leli tambah mengagumi istri Iwan, sudah cantik, kaya dan baik hati lagi.
“Benar apa yang diajarkan oleh agama, seperti yang tertulis di Surah An Nur Ayat 26, perempuan baik untuk laki-laki baik.” bisik hati Leli.
Tak berapa lama kemudian Leli pamit pulang ke Iwan dan Tania dengan membawa penyesalan yang terjadi di masa silam. Dia berusaha untuk memperbaiki dirinya agar kehidupan ke depannya bisa membaik.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
