Ternyata Dia Jodohku
Tantangan menulis 365 hari ke-1653 tanpa jeda
Ternyata Dia Jodohku
Bagian 2
Belum lama truk itu berjalan, Rafi sang sang sopir berinisiatif mengajak Tanti ngobrol.
“Neng mau ke tempat siapa?”
“Mau ke rumah Mang Amin, paman saya.”
“Kamu tak salah menumpang truk ini, barang-barang sembako di bak belakang truk ini, semuanya barang pesanan pamanmu.”
“Benarkah?”
“Ya, benar. Untuk apa saya membohongi Neng.”
“Sudah lama kenal dengan paman saya?
“Baru beberapa hari, Neng. Saya belum sampai seminggu bekerja menjadi sopir truk ini.”
“Saya sudah dua kali ke Desa Jaya Agung, mengantar barang dagangan Pak Amin.”
“Untuk keperluan apa Neng ke rumah pamannya?”
“Saya kabur dari rumah, karena papa mau menjodohkan saya dengan pria yang tidak dikenal.”
“Waduh…kita senasib rupanya, saya juga terpaksa menjadi sopir truk ini, karena kabur dari rumah juga. Papa juga mau menjodohkan saya dengan wanita anak sahabatnya.”
“Kok nasib kita bisa sama ya?”
“Iya, di zaman now mengapa papa kita masih berprilaku seperti di zaman Siti Nurbaya.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
