Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bahagia itu Sederhana

Bahagia itu Sederhana

Tantangan menulis 365 hari ke-1678 tanpa jeda

Bahagia itu Sederhana

Bagian 3

Namun, usai dia membaca alamat yang diberikan oleh ayahnya, wajahnya seketika menjadi pucat, karena dia mengetahui alamat itu adalah alamat rumah Mila.

Dia tak bisa menolak perintah ayahnya, karena ayahnya orang yang sangat tempramen. Kalau dia menolak, pasti dia menerima bogem mentah dari ayahnya, akhirnya dia mau saja mengantarkan mobil itu, apalagi saat itu dia memprediksi Mila sedang tidak berada di rumahnya, karena sedang kuliah.

Tanpa ragu lagi, Wasio membawa mobil tersebut ke rumah sesuai alamat yang diberikan oleh ayahnya, yang tak lain rumah majikan ibu Mila. Begitu memasuki halaman rumah majikan ibunya Mila, alangkah terkejutnya Wasio melihat Mila dengan pakaian kotor, sedang membersihkan kembang di halaman rumah itu, menggantikan tugas ayahnya yang sedang sakit sebagai tukang kebun di rumah itu.

Mila juga sangat terkejut melihat Wasio turun dari mobil majikannya, yang beberapa jam sebelumnya diantar oleh Ujang sopir Sentot ke bengkel tempat Wasio bekerja.

“Mila ternyata kamu bukan anak pemilik rumah ini, ya?”

“Abang juga ternyata pekerja bengkel ya?”

“Kau ternyata seorang penipu.”

“Kau juga penipu.”

“Mulai sekarang kita putus.”

“Siapa takut. Aku tak sudih punya pacar orang miskin.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post