Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bahagia itu Sederhana

Bahagia itu Sederhana

Tantangan menulis 365 hari ke-1680 tanpa jeda

Bahagia itu Sederhana

Bagian 5

“Untuk keperluan apa ya, Bang?”

“Saya mau bertemu Mila sebentar saja, Pak.”

“Maksudmu, Mila anak Bik Mina asisten rumah tangga di rumah ini?

“Betul sekali Pak.”

“Maaf Bang, Mila tak tinggal di rumah ini lagi.”

“Ada apa dengan Mila, Pak?”

“Sejak ayahnya meninggal, ibunya memutuskan berhenti bekerja di rumah ini.”

“Sekarang Mila tinggal di mana Pak?”

“Pulang ke kampungnya, di Rawang Jaya.”

“Terima kasih Pak atas informasinya.”

Setelah itu, Wasio langsung meninggalkan rumah mewah itu. Dengan motor bututnya dia langsung pergi ke kampung Rawang Jaya yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari rumah mewah itu. Bakda Zuhur dia sudah sampai di pondok Mila yang sederhana.

Awal bertemu keduanya lama terdiam, tak bisa berkata apa-apa. Setelah lama terdiam, Wasio baru berani berkata ke Mila.

“Ternyata kita sama-sama orang miskin ya?”

“Ya Bang.”

“Mengapa kau berpura-pura menjadi anak orang kaya?”

“Aku hanya takut, Abang tak mau denganku.”

“Sama, aku berpura-pura menjadi anak orang kaya, agar kau mau menjadi pacarku.”

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post