Mencari Istri
Tantangan menulis 365 hari ke-1662 tanpa jeda
Mencari Istri
Bagian 5
Siska mau menjadi istri Amran, karena Amran orang kaya, pikir Siska kalau dia mendapat suami kaya, hidupnya akan senang. Soal status Amran duda tanpa anak tak ada masalah. Untuk apa dapat suami yang masih bujangan kalau miskin, pada akhirnya dia tak akan bahagia.
Sekitar dua puluh menit berikutnya Amran sudah bersama mereka. Sebelum Rustan menjalankan mobilnya, dia mengenalkan pacarnya.
“Kenalkan Bang, dia pacarku.”
Siska menyalami Amran tanpa menyebutkan namanya. Amran juga tidak menanyakan namanya, melainkan hanya bertanya.
“Mengapa mukanya ditutup memakai masker Dik?”
“Lagi menderita batuk, Bang.”
“Ooh…”
Selanjutnya Rustan mulai menjalankan mobilnya menuju ke desa mereka tanpa ada obrolan lagi, meski Amran duduk di kursi depan bersebelahan dengan Rustan adiknya yang sedang mengemudikan mobil.
Sedangkan Siska selalu mencuri pandang pada Amran baik memandang secara langsung dengan cara diam-diam, maupun melihat wajah Amran dari kaca spion mobil. Untunglah apa yang dilakukan Siska tersebut, tak diketahui oleh Amran dan Rustan.
Siska semakin kuat niatnya untuk menjadi istri Amran, karena apa yang diceritakan Rustan tentang abangnya yang lebih ganteng darinya, ternyata benar adanya. Dalam hatinya Siska berkata,” Kalau aku berhasil mendapatkan Amran, alangkah beruntungnya aku, sudah ganteng, kaya, sarjana, dan baik lagi hatinya.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
