Penyesalan
Tantangan menulis 365 hari ke-1690 tanpa jeda
Penyesalan
Bagian 1
Arman sangat sedih dan merasa terpukul sekali pada siang hari itu, gara-gara cintanya diputusin oleh Alisa. Padahal sebelumnya Alisa sangat mencintai Arman. Mereka selalu bersama baik saat berada di lingkungan desa mereka ataupun ketika berada di luar desa mereka.
Namun setelah Alisa tahu Arman anak penjual sayur keliling, Alisa langsung memutuskan cintanya ke Arman, karena ibunya merasa malu anaknya berpacaran dengan anak tukang sayur keliling pada teman-teman sedesa.
“Bang ada yang mau aku omongin.”
“Omongin aja sekarang.”
“Sepertinya kita tak cocok pacaran, kita bubaran aja ya.”
“Mengapa kau ajak aku bubaran? Salahku apa?”
“Abang tidak bersalah.”
“Kalau aku tak bersalah, mengapa kita harus bubaran?”
“Ibuku yang mendesakku agar kita segera bubaran, beliau malu diolok-olok temannya, anaknya berpacaran dengan anak pejual sayur keliling.”
Setelah berkata begitu, Alisa langsung pergi meninggalkan Arman tanpa berkata apa-apa lagi. Arman hanya melongok dan tak bisa berbuat apa-apa melihat Alisa pergi.
Kemudian Arman langsung pulang ke rumahnya dengan menahan tangisnya. Begitu sampai di rumah dia bertemu ibunya yang baru pulang dari berjualan sayur keliling. Melihat Arman anak tunggalnya terlihat bersedih dan sepertinya tak punya semangat hidup lagi, lalu sang ibu bertanya kepada anaknya yang tak berayah lagi itu.
“Man, kamu mengapa terlihat bersedih?”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan