Petaka Akibat Dendam
Tantangan menulis 365 hari ke-1666 tanpa jeda
Petaka Akibat Dendam
Bagian1
Billi memaksa ibunya yang miskin untuk menyekolahkannya di sekolah swasta favorit di kota kabupaten tempat mereka tinggal, yang mayoritas para siswanya anak orang kaya. Setelah berhasil masuk ke sekolah itu dia selalu di-bully oleh teman-teman sekelasnya.
Billi diam saja saat di-bully oleh teman-temannya, yang semuanya dari kalangan anak orang kaya. Akhirnya teman-temannya itu berhenti dengan sendirinya membully-nya.
Pada suatu hari, rupanya salah satu siswa yang satu kelas dengan Billi yang bernama Iwan, tak puas setelah membully Billi. Di tengah orang ramai, dia merampas gorengan dagangan Billi yang akan dititipkannya ke kantin sekolah, lalu dia membuangnya di halaman depan kantin sekolah itu sambil berkata.
“Kalian semua tak usah lagi membeli gorengan Billi, dia itu anak haram, ibunya melahirkannya hasil hubungan zina, jadi jualannya juga haram untuk dimakan.”
Mendengar perkataan itu, Billi langsung menangis di belakang kantin sekolah, temannya Antin yang baik hati sama-sama berasal dari keluaga miskin mendekati Billi.
“Billi maafkan aku ya, gara-gara aku dekat denganmu, Iwan mempermalukanmu, dia cemburu denganmu karena Iwan menyukaiku.”
“Antin teman baikku, kamu tidak bersalah. Nasib akulah yang kurang beruntung. Sehingga Iwan bisa menghinaku terus.”
“Kau yang sabar ya.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
