Hantu Baik vs Hantu Jahat
Tantangan menulis 365 hari ke-1717 tanpa jeda
Hantu Baik vs Hantu Jahat
Bagian 2
Dalam keadaan tidur ayam merasakan ada yang mengajaknya ngomong, Amri langsung berkata sok akrab dengan hantu itu, karena dirinya dalam keadaan setengah tak sadar.
“Saya datang Bang mengunjungimu, tujuannya baik selain menemani Abang di sini, saya minta nomor lotre dengan Abang.”
“Sok akrab kau, ngaku-ngaku saudara. Saya tak punya saudara tahu….” ujar hantu itu sambil meniupkan angin agar Amri sadar sepenuhnya dari tidur ayamnya.
Begitu Amri tersadar, dia langsung mundur manjauh dari hantu itu karena merasa ketakutan, bahkan dia mau berlari meninggalkan tempat itu. Sebelum dia berlari dia teringat dirinya mau kaya, agar bisa melamar gebetannya si Mila anak pak kades yang jadi kembang desa, di desanya. Akibatnya dia tak jadi berlari meski merasakan takut sekali.
“Mengapa kau tak jadi berlari?”
“Bang hantu saya minta tolong padamu.”
“Minta tolong apa? Beraninya kau minta tolong pada saya, berdosa tahuuuu…Minta tolong itu pada Allah.”
“Biarlah berdosa, nanti aku minta ampun pada-Nya.”
“Dosa syirik tak ada ampunannya, tahu….”
“Kok, Bang hantu mendadak tahu hukum agama?”
“Meski saya penjahat, sebelum jadi penjahat semasa hidup, saya pernah belajar agama.”
“Oh begitu, biarlah berdosa, yang penting saya bisa mendapatkan kekayaan agar bisa melamar Mila. Berilah saya nomor lotre, Bang.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan