Harapan yang Sirna
Tantangan menulis 365 hari ke-1692 tanpa jeda
Harapan yang Sirna
Bagian 1
Andi sebagai ketua rombongan KKN di desa Gelatik, berusaha mendekatkan diri ke Melati, gadis cantik anak pak kades. Tujuannya agar program KKN yang dia ketuai mendapat dukungan dan sukses di desa itu.
“Adik anak pak kades ya?”
“Ya Bang.”
“Boleh kenalan dengan Adik?”
“Boleh Bang, nama saya Melati.”
“Saya Andi. Terhitung mulai hari ini, saya dan delapan orang teman saya sekitar enam minggu menetap di desa ini untuk melaksanakan kegiatan KKN.”
“Oooh….”
“Adik mau membantu kami, untuk melaksanakan kegiatan KKN di desa ini?”
“Apa yang bisa saya bantu Bang?”
“Mengajak teman-temannya untuk aktif di kegiatan masyarakat desa ini.”
“Selama ini para remaja desa ini memang sudah aktif Bang, kami yang tergabung dalam Karang Taruna Berjaya, setiap minggu selalu melaksanakan kegiatan olah raga, kuliner, keagamaan dan kerajinan tangan pembuatan tas dan tikar dari daun tumbuhan.”
“Bagus sekali kegiatannya, nanti kami tambah dengan kegiatan yang lainnya.”
Sejak obrolan itu, Andi menjadi sering bersama dengan Melati. Karena keseringan bersama Melati, mereka menjadi semakin akrab, dan tumbuhlah benih-benih cinta di antara mereka.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan