Sandiwara Cinta
Tantangan menulis 365 hari ke-1704 tanpa jeda
Sandiwara Cinta
Bagian 2
Malam minggu pun tiba, bakda Isya Tanto sudah meninggalkan rumahnya bersama kedua orang tuanya untuk membicarakan pernikahan mereka. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam naik mobil yang mereka sewa dari tetangga, Tanto dan kedua orang tuanya sudah sampai di rumah Tanti.
Malam itu Tanti yang membukakan pintu, sedangkan kedua orang tuanya masih menunggu di kamarnya. Begitu Tanto dan kedua orang tuanya duduk di kursi ruang tamu, barulah kedua orang tua Tanti keluar dari kamarnya untuk menemui calon menantu dan calon besannya.
Begitu dia melihat calon besannya, Matnur ayahnya Tanto, Wati ibunya Tanti langsung berkata dan menunjuk ke arah Matnur.
“Kauuu…rupanya!” teriak Wati.
“Kauuu….!” ujar Matnur ikut berteriak kaget.
Melihat kejadian itu suami Wati, istri Matnur, Tanti dan Tanto ikut kaget dan bertanya apa yang sedang terjadi.
“Kita pulang sekarang, tak jadi membicarakan pernikahan.” ajak Matnur ke istrinya dan anaknya Tanto. Melihat ketiganya pulang, Tanti dan ayahnya hanya bengong.
Begitu tamunya sudah jauh meninggalkan rumah mereka, Tanti baru bertanya ke ibunya.
“Ada apa sih Bu, antara Ibu dengan ayahnya Tanto?”
“Mau tahu urusan Ibu saja kau ini.”
“Ya, Bu. Tolong jelaskan apa sebenarnya yang pernah terjadi dengan calon besan kita itu.” ujar suaminya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan