Sandiwara Cinta
Tantangan menulis 365 hari ke-1709 tanpa jeda
Sandiwara Cinta
Bagian 7
Di kamarnya, ayahnya Tanti memarahi istrinya.
“Ini semua gara-gara perbuatan Ibu. Anak kita menjadi gila.”
“Maafkan aku Yah, kalau tahu bakal jadi begini, aku tak melakukan perbuatan kemarin. Jadi bagaimana cara menyembuhkan anak kita yang gila?”
“Ada dua cara, pertama bawa dia ke RSJ, cara kedua Tanti kita pertemukan dengan pacarnya.”
“Mending kita ambil cara kedua Yah. Ibu tak mau anak kita diketahui orang sudah jadi orang gila.”
“Ya, Ayah sependapat. Besok siang kita cari alamat pacar anak kita.”
***
Di rumahnya, saat makan malam. Tanto ngamuk pura-pura gila. Semua piring, mangkok dan gelas yang berisi nasi, lauk pauk, dan sayur serta minuman yang ada di atas meja makan, dia banting ke lantai. Lalu dia bernyanyi, menyanyikan lagu dangdut “Ani” karya Rhoma Irama yang syairnya dia ubah dari Ani menjadi Tanti.
Tanti, Tanti.
Sungguh aku tahu, kau rindu padaku.
Tanti, Tanti.
Engkau juga tahu, ‘ku rindu padamu.
Tetapi untuk sementara biarlah berpisah.
Lagi asyik nyanyi lagu itu, tiba-tiba lampu mati, Tanto berhenti bernyanyi lalu dia berteriak keras-keras.
“Tantiii…Tantiiiiii…!”
Kemudian Tanto tertawa terbahak-bahak sambil berkata di kegelapan malam itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan