Sandiwara Cinta
Tantangan menulis 365 hari ke-1707 tanpa jeda
Sandiwara Cinta
Bagian 5
Begitu sampai di depan rumah Tanti, Tanto diam-diam menyelinap menuju ke kamar Tanti. Lalu dia mengetuk jendela kamar pacarnya itu.
“Say buka jendelanya.”
Panggilan secara berbisik pertama dan kedua tak ada jawaban, karena Tanti tak mendengarnya, ketika panggilan ketiga Tanti baru meresponnya, karena baru mendengar panggilan berbisik orang yang dicintainya itu. Lalu Tanti membuka jendelanya, sambil bertanya.
“Ada perlu apa kau menemuiku? Say.”
“Aku rindu kamu.”
“Aku juga.”
“Yuk, kita kawin lari.”
“Jangan say, kawin lari pasti kita tak mendapatkan restu.”
“Jadi bagaimana nasib cinta kita.”
“Tenang Say, kalau kita berjodoh pasti bisa bersatu. Kita cari cara untuk membujuk orang tua kita..”
“Aku ada ide, bagaimana kalau kita berpura-pura menjadi orang gila, agar mereka mau menuruti kemauan kita?”
“Ide yang bagus, patut kita coba.” ujar Tanti.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan ibunya Tanti.
“Kau ngomong sama siapa, Tantiiiii?”
“Aku tidak ngomong sama siapa-siapa, Bu. Aku hanya nonton video di handphone-ku.
Mendengar teriakan ibunya Tanti, karena takut ketahuan. Akhirnya Tanto pamit ke orang yang dicintainya itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan