Hantu Air
Hari ke-1725
Hantu Air
Bagian 5
“Harus Bang, mahluk halus seperti itu memang ada diciptakan Tuhan.”
“Tak apa kita mandi berdua, mumpung nenek lagi tertidur. Abang jamin aman.”
“Ayuklah….”
Tak berapa lama kemudian, pergilah mereka berdua ke sungai untuk mandi. Waktu itu di sungai tidak ada seorangpun hanya mereka berdua, karena di waktu siang warga desa Batuampar punya kebiasaan tinggal di rumah untuk menunggu waktu salat Zuhur dan makan siang.
Dengan penuh keberanian Tono menceburkan diri ke sungai menggunakan pelampung dan berpegangan di tiang kayu jeramba, diikuti oleh adiknya Tini.
Belum lama Tini berada di dalam air, tiba-tiba dia melihat ada yang menyeret Tono ke tengah sungai. Melihat itu Tini sangat ketakutan sekali, cepat-cepat dia naik ke atas jeramba dan berteriak minta tolong berkali-kali.
“Tolooong…tolooong…tolooong Kakakku.”
Pada saat yang sama, ayah ibunya baru sampai ke rumah Leha. Mendengar ada teriakan orang minta tolong, Parman, Simin dan banyak warga setempat berhamburan menuju sungai, berniat mau menolong.
Mengetahui anaknya Tini yang berteriak, Parman langsung bertanya ke Tini anaknya.
“Ada apa sayang? Mengapa kau berteriak?”
“Kak Budi diseret oleh sesuatu ke seberang sungai.”
Mendengar penjelasan itu, mulailah Simin dan banyak warga setempat komat kamit membaca sesuatu sambil memukul buah kelapa yang tertancap di ujung kayu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan