Patah Hati
Hari ke-1818 tanpa jeda
Patah Hati
Bagian 1
Perkenalan Burhan dengan Tri Rahayu terjadi saat ada kegiatan pengisian PMM di sekolah mereka. Burhan seorang guru PNS di sekolah itu agak kebingungan mengisi isian PMM, karena dia tak menguasai IT. Untunglah Tri Rahayu, guru honor yang baru masuk hari itu dengan kebaikan hatinya mau membantu.
“Boleh aku membantu Bapak?” tanya Tri Rahayu yang berlatar belakang pendidikan sistem informasi, alumni salah satu universitas swasta terkenal di Jawa menawarkan diri, untuk membantu Burhan.
“Oh…dengan senang hati Bu.” jawab Burhan sambil menyilakan Tri Rahayu duduk di kursi kosong yang ada di sampingnya.
Setelah duduk, Tri Rahayu langsung menolong mengisikan isian PMM Burhan. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit Tri Rahayu sudah menyelesaikan isian itu.
“Sudah Pak.” ucap Tri Rahayu.
“Terima kasih, panggil saja saya Pak Burhan, Ibu siapa?”
“Nama saya Tri Rahayu, panggil saja saya Tri Pak. Saya guru honor baru di sini Pak.”
“Oh pantas saja saya baru lihat Ibu. Selamat bergabung di sekolah ini Bu.”
“Ya Pak, terima kasih.”
***
Saat jam istirahat sore, Burhan mendekati Tri Rahayu lalu memberikan sesuatu yang dipegang di tangan kanannya ke guru honor baru itu.
“Ambillah ini.”
“Untuk apa?”
“Untuk Bu Tri makan.”
“Terima kasih, Bapak baik sekali.”
“Ibu yang lebih baik ke saya. Tanpa saya minta Ibu mau menolong saya.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan