Patah Hati
Hari ke-1819 tanpa jeda
Patah Hati
Bagian 2
“Sudah kewajiban saya menolong Bapak, kebetulan saat itu saya bisa menolong.”
“Ibu silakan makan, saya tinggal dulu ya.”
“Ya Pak. Sekali lagi terima kasih atas pemberian nasi bungkusnya.”
“Ya Bu, sama-sama.”
Karena kebetulan sedang lapar, Tri Rahayu langsung menikmati nasi padang itu. Usai makan dia membersihkan mejanya dan cuci tangan, selanjutnya dia mendatangi beberapa guru yang ada di ruang guru itu, untuk mengenalkan dirinya sebagai guru honor baru.
Saat dia menyalami Ali, guru ganteng yang masih bujang itu bertanya ke Tri Rahayu.
“Ibu sudah menikah atau belum.”
“Belum Pak, saya baru beberapa bulan usai diwisuda. Belum sempat cari pacar.” ujar Tri Rahayu tersenyum ramah.
“Wah sama dengan saya Bu, saya statusnya masih membujang, tetapi sudah beberapa tahun diwisuda dan berdinas di sekolah ini.” ucap Ali mengenalkan statusnya.
Mendengar obrolan itu Amran guru yang suka bercanda meledek Ali.
“Hati-hati Bu dengan Pak Ali, dia guru playboy di sekolah ini, jangan sampai Ibu menjadi korbannya.
Mendengar candaan itu, semua guru menjadi tertawa. Sehingga Tri Rahayu menjadi ikut tersenyum.
***
Hari-hari berikutnya Tri Rahayu sudah dapat beradaptasi di sekolahnya dan sudah telihat akrab dengan ibu-ibu guru yang ada di SMA Negeri 1 Cempaka Putih tersebut.
Sedangkan Burhan, sejak dirinya dibantu mengisi isian PMM oleh Tri Rahayu, dia langsung jatuh cinta pada ibu guru honor baru tersebut.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan