Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Gara-gara Terlilit Hutang Pinjol

Hari ke-1855 tanpa jeda

Gara-gara Terlilit Hutang Pinjol

Bagian 1

Sebagai orang yang sudah menyandang gelar sarjana dan sudah bekerja, meski masih sebagai tenaga honor. Herman mau belajar hidup mandiri. Untuk itu dia izin kepada kedua orang tuanya untuk menempati salah satu rumah kontrakan orang tuanya yang masih kosong.

Riki sang ayah dan Siti ibunya tidak keberatan. Mereka pikir dari pada rumah kontrakannya kosong, mending ditempati anaknya. Agar rumah itu ada yang merawatnya dan juga untuk melatih anaknya supaya bisa hidup mandiri. Keduanya berharap dengan terbiasa mandiri, sehingga anaknya kelak ketika telah menikah sudah bisa dan terbiasa hidup tidak membebani diri mereka dalam menghidupi anak istrinya.

Bulan pertama hidup di rumah sendiri, kehidupan Herman terlihat aman-aman saja. Dia tidak lagi makan minum di rumah orang tuanya. Begitu juga dengan bensin motor dan kebutuhan lainnya dia sudah terbiasa mencukupi kebutuhannya sendiri, tanpa bantuan kedua orang tuanya.

Begitu juga di bulan kedua dan ketiga Herman tak tergantung lagi kepada Riki dan siti untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Mendapati kenyataan itu baik Riki maupun Siti senang sekali.

Namun di bulan keempat, saat kedua orang tuanya pulang jalan-jalan dari Bandung, Herman merengek ke ibunya.

“Bu aku perlu uang Rp50 juta, hutangi aku dong.”

Mendengar permintaan itu, awalnya sang ibu selain terkejut juga senang sekali. Dia berpikir anaknya membutuhkan uang segitu untuk biaya menikah, kekurangannya anaknya sendiri yang mau menambahinya.

“Untuk apa kau uang sebesar itu? Untuk menikah ya?” tanya sang ayah yang berpikiran dan menduga hal yang sama, dengan istrinya.

“Bukan Yah.” jawab Herman agak sedikit ragu, takut dimarahi.

“Lalu untuk apa?” tanya Siti baik-baik ke anaknya.

“Aku mau melunasi hutang pinjolku.” ucap Herman setengah ketakutan.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post