Gara-gara Terlilit Hutang Pinjol
Hari ke-1858 tanpa jeda
Gara-gara Terlilit Hutang Pinjol
Bagian 4
“Bu kita tak boleh tinggal diam.” ujar Riki memulai omongan.
“Iya Yah. Apa yang dikatakan Herman itu benar adanya.”
“Bukan itu saja, yang Ayah takutkan anak kita itu bisa diteror oleh pemilik pinjol. Karena tertekan dan stress akibat dari tekanan itu, Ayah takut anak kita bunuh diri seperti yang banyak terjadi di mana-mana. Ujung-ujungnya kita juga bisa diteror.”
“Jangan sampai itu terjadi pada kita Yah.”
“Makanya Ayah berpikiran mending kita jual saja satu bidang kebun kita yang baru dibeli.”
“Ibu tak keberatan Yah, tapi menjual sebidang kebun tak seperti menjual pisang goreng yang cepat lakunya.”
“Ayah pikir bisa cepat laku, asal…”
Belum selesai suaminya ngomong, Siti sudah memotong omongan suaminya.
“Asal apa Yah?”
“Asal kita bertiga, sama-sama menawarkan kebun durian itu di medsos.”
“Tak perlu Ayah. Kita langsung jual saja ke juragan buah yang tinggal di desa sebelah.”
“Maksud Ibu ke Pak Kosim yang tinggal di desa Batu Itam itu?”
“Ya, Ayah setuju. Mengapa Ayah tak kepikiran dari tadi ya? Ayah yakin beliau mau membeli kebun kita, soalnya setiap ada yang mau menjual kebun duku atau kebun durian, beliau itu selalu membelinya.”
***
Hari itu, Riki berencana mau menemui Kosim untuk menjual salah satu kebun duku atau kebun durian yang baru mereka beli. Namun sebelum pergi dia ngomong dulu dengan Herman anaknya.
“Ayah dan Ibu mau menolongmu, melunasi hutang pinjolmu. Tapi ada syaratnya.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan