Hantu di Terminal Bus
Hari ke-1851 tanpa jeda
Hantu di Terminal Bus
Bagian 1
Sebagai seorang yang diterima sebagai CPNS, Imron tak bisa menolak ketika SK-nya turun, ditugaskan di Pulau Bayau. Pulau itu termasuk pulau kecil yang tak banyak dikenal orang. Dari tempat dia berdomisili harus dua kali menyeberangi lautan.
Dari kediamannya menyeberang ke Pulau Kelapa dulu menaiki kapal feri, selanjutnya dari Pulau Kelapa menyeberang lagi ke Pulau Bayau menumpang perahu nelayan.
Awalnya Imron mau mengundurkan diri menjadi CPNS, karena ditempatkan di tempat yang jauh dan sepi sebagai guru SMPN 1 Pulau Bayau, karena dinasehati oleh pacarnya, akhirnya dia menerimanya.
“Bang, jangan mengundurkan diri sebagai CPNS, sayang. Untuk diterima menjadi CPNS itu, di zaman sekarang susah sekali.”
“Iya, sih susah. Tapi di pulau itu harus tahan hidup menderita.”
“Ah…Abang, belum pernah mengalami hidup di sana udah bilang hidup menderita, bagaimana sih?”
“Maksudku…Abang menderita hidupnya berjauhan denganmu.”
“Harus berjuang Bang, supaya bisa menjadi PNS. Kalau udah menjadi PNS baru boleh melamarku.”
“Iye deh, Abang tidak jadi mengundurkan diri. Besok Abang berangkat ke sana.”
“Cepat amat berangkatnya, Bang?”
“Ketentuannya memang begitu, kalau tidak nanti Abang dianggap mengundurkan diri oleh pemerintah.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan