Hantu di Terminal Bus
Hari ke-1853 tanpa jeda
Hantu di Terminal Bus
Bagian 3
Ketika Imron terbangun dari tidurnya, ternyata hari sudah gelap, dan kapal feri sudah mulai mendekati Pulau Kelapa. Menunggu sekitar setengah jam lagi kapal feri sudah merapat di Pelabuhan Pulau Kelapa.
Begitu pintu kapal feri dibuka, para penumpang berebut turun. Kalau telat turun dari kapal feri, ada kemungkinan tak mendapatkan bus untuk ditumpangi buat melanjutkan perjalanan ke kota yang jarak tempuhnya sekitar tiga jam lamanya.
Imron lagi-lagi beruntung, dia berhasil menumpang bus ber-AC dan mendapat tempat duduk di depan, di samping pengemudi bus itu. Tak menunggu lama, bus mulai bergerak menuju ke kota.
Selama perjalanan menuju ke kota, meski agak mengantuk, karena kelelahan sudah menempuh perjalanan jauh. Imron tak mau tertidur, karena dia teringat pesan ayahnya, selama perjalanan, kalau duduk di jok depan jangan tertidur, sebab kalau tertidur bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan yang bersangkutan tak bisa menyelamatkan dirinya.
Setelah menempuh sekitar tiga jam perjalanan, sampailah bus yang ditumpangi Imron di pusat kota. Bus itu berhenti di terminal bus. Lalu Imron turun dari bus di terminal itu. Begitu juga penumpang lainnya.
Saat berada di terminal bus, Imron memutuskan untuk tidur di terminal bus itu, pertimbangan pertama dirinya sudah mengantuk, pertimbangan kedua untuk menghemat biaya, pertimbangan ketiga hari sudah larut malam.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan