Hantu di Terminal Bus
Hari ke-1852 tanpa jeda
Hantu di Terminal Bus
Bagian 2
“Iya deh, demi masa depan kita aku rela Abang pergi besok.”
***
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Imron sudah berada di pelabuhan kapal feri. Meski masih pagi para penumpang sudah ramai menunggu masuk ke kapal feri. Yang dibolehkan masuk terlebih dahulu adalah kendaraan roda empat, selanjutnya kendaraan roda dua, terakhir baru penumpang.
Saat penumpang mulai dibolehkan masuk, semua berebut ingin cepat masuk. Sebab telat sedikit saja, tak kebagian tempat duduk atau tak kebagian tempat untuk berbaring. Kalau itu yang terjadi, sepanjang perjalanan selama delapan jam, akan menderita sekali.
Nasib baik bagi Imron dia kebagian tempat untuk berbaring, karena dia bergerak cepak sekali saat masuk ke kapal feri tersebut. Menunggu kurang dari satu jam terdengarlah bunyi pluit kapal feri tiga kali yang memekak telinga, tak lama kemudian kapal feri mulai bergerak meninggalkan pelabuhan.
Selama perjalanan, Imron malas meninggalkan tempatnya berbaring untuk melihat pemandangan, karena dia takut tempat berbaringnya di tempati oleh orang lain. Dia lebih memilih bermain game yang ada di handphone-nya saja sambil tiduran.
Main game berjam-jam membuat dia bosan juga. Lalu disimpannya handphone-nya itu di dalam tasnya agar aman. Kemudian dia memutuskan untuk tidur. Baru saja memejamkan mata tak lama kemudian dia sudah tertidur.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan