Ojek Motor Hantu
Hari ke-1849 tanpa jeda
Ojek Motor Hantu
Bagian 2
“Bang mengapa terasa melayang, dan mengapa tidak melewati jalan raya?”
Ditanya seperti itu si tukang ojek motor hantu tersebut, bukan menjawab, dia malah tertawa menyeramkan.
“Hihihi…hihihi…hihihi…hihihi…!”
“Bang pelan-pelan.” ujar Hairul.
Si tukang ojek motor itu, bukan memelankan motornya tetapi malah tambah tancap gas menerobos ke dalam hutan menuju ke tempat perkuburan umum. Tiba-tiba Hairul merasakan motor ojek yang ditumpanginya menabrak sebuah pohon beringin yang besar. Karena merasakan takut, Hairul akhirnya pingsan di tempat itu hingga pagi.
Saat matahari mulai bersinar, dan sinar matahari tersebut mengenai tubuh Hairul, sehingga dia merasakan kepanasan, barulah Hairul sadar dari pingsannya. Begitu dia tersadar, Hairul merasakan takut sekali, dia baru tahu dia pingsan di bawah pohon beringin besar yang di sekitarnya banyak kuburan orang.
Hairul cepat-cepat meninggalkan tempat itu. Begitu menemukan jalan setapak dia telusuri jalan itu. Ternyata jalan itu menuju ke pemukiman penduduk.
Saat berpapasan dengan warga desa itu, ada seorang bapak berusia lanjut dengan penuh keramahan menyapa Hairul.
“Pagi-pagi dari pekuburan warga, ziarah ke kuburan keluarganya ya Nak?”
“Tidak Pak. Aku baru sadar dari pingsan di tempat perkuburan warga.”
“Kok bisa begitu Nak?” tanya bapak berusia lanjut itu.
“Iya, Pak.” ujar Hairul.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan