Akhir yang Tragis
Hari ke-1875 tanpa jeda
Akhir yang Tragis
Bagian 2
“Tahu tidak mengapa kalian Ibu kumpulkan di ruang ini.” tanya Marissa maminya Tono.
“Tidak tahu, Bu.” jawab Juminten salah seorang asisten rumah tangganya. Sedang yang lain diam saja tak berani bicara takut salah bicara.
“Ibu kehilangan semua perhiasan yang harganya mahal-mahal.”
“Kapan hilangnya Bu?” tanya Bahri salah seorang sekuriti rumah itu.
“Ibu tidak tahu persisnya, sepertinya kemarin. Ibu baru tahu pagi ini, saat mau menggunakan salah satu perhiasaan itu.”
“Kemarin saya melihat Nak Tono pulang ke rumah ini,Bu.” ujar Kadir tukang kebun di rumah itu.
“Apakah kalian melihat kalau dia memasuki kamar Ibu?” tanya Marissa menatap semua yang berdiri di hadapannya.
Namun tidak seorang pun yang berani bicara. Mereka tak berbicara bisa jadi memang tak melihat Tono memasuki kamar sang majikan atau mungkin juga mereka melihat anak sang majikan mereka memasuki kamar maminya, tapi tak berani berbicara. Mendapati kenyataan para pekerja di rumahnya tak ada yang berbicara, membuat Marissa semakin marah.
“Mengapa kalian semua diam membisu? Jangan-jangan salah seorang dari kalian sebagai pencurinya?” ucap Marissa setengah berteriak.
Tiba-tiba Joko sekuriti satunya berkata.
“Bu karena tidak ada yang mengaku, saya usul bagaimana kalau kita lihat rekaman CCTV rumah ini.”
“Usul yang bagus.” jawab Marissa.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan