Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Berkorban Demi Cinta

Hari ke-1903 tanpa jeda

Berkorban Demi Cinta

Bagian 7

Karena hari sudah menjelang larut malam, Amir mewakili teman-temannya pamit ke Nazar dan ayahnya.

“Kami permisi pulang dulu Pak.”

“Terima kasih ya teman-teman sudah datang ke sini. Tolong izinkan aku besok tidak masuk sekolah ya, surat keterangan sakit dari dokter menyusul.” ujar Nazar.

“Siap, besok aku langsung menemui kepala sekolah, wali kelas dan guru piket untuk memintakan izinmu.” jawab Pudin.

“Terima kasih teman.” ucap Nazar ke Pudin.

Ayah Nazar juga mengucapkan terima kasih ke teman-teman anaknya yang sudah menolong dan menjenguk Nazar di RSUD tersebut.

“Hati-hati pulangnya, ya.” ucap ayah Nazar lagi.

Teman-teman Nazar mengangguk dan tersenyum ke ayahnya Nazar. Selanjutnya mereka langsung menuju ke tempat parkir yang ada di area RSUD itu, untuk mengambil kendaraan motor mereka masing-masing buat dikendarai pulang ke rumah.

***

Seminggu setelah momen malam itu, Nazar sudah masuk ke sekolahnya seperti biasa. Ketika ada kesempatan pulang berdua dengan Leni, Nazar memberanikan diri menyatakan cintanya ke wanita gebetannya itu.

“Kita berhenti sebentar di bawah pohon rindang itu.” ucap Nazar menyuruh Leni menghentikan motornya.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post