Berkorban Demi Cinta
Hari ke-1901 tanpa jeda
Berkorban Demi Cinta
Bagian 5
Belum lama masuk ke dalam hutan, anjing pelacak yang dibawa oleh salah seorang polisi teman Imron, sudah berhasil menemukan tubuh Nazar yang sedang pingsan di dalam semak-semak.
Tubuh Nazar di gotong ke luar hutan oleh dua orang polisi itu. Salah seorang dari tiga polisi itu memegang tali kokang anjing pelacak, agar enak dikendalikan dan tidak lari ke mana-mana.
Nazar langsung dibawa ke RSUD terdekat untuk diobati. Alhamdulillah dalam waktu belasan menit berikutnya dia sudah sadar. Bagitu melihat ke sekelilingnya, Nazar langsung berkata.
“Mengapa aku ada di ruang ini?” tanyanya heran.
“Kau pingsan karena diserang banyak lebah, lalu kau dibawa oleh pamanmu dan dua orang pak polisi yang baik, ke ruang perawatan RSUD ini.” jelas Pudin.
“Oh…jadi ini ruang perawatan RSUD? Pamanku dan dua orang pak polisi yang baik hati itu ada di mana sekarang?” tanya Nazar lagi.
“Mereka sudah kembali ke kantornya, malam ini mereka kena giliran tugas piket. Jadi kami bertiga dipercaya untuk menjagamu.” jawab Ujang.
“Besok, kelompok kita pasti kena marah oleh Bu Maryam dan Bu Leni, karena tak membawa anggrek yang diminta untuk kegiatan P5.” ucap Nazar, karena teringat belum berhasil mendapatkan anggrek.
“Itu jangan kau pikirkan, Leni dan Lela anggota P5 kelompok kita sudah berhasil mendapatkannya.” jelas Amir.
“Alhamdulillah…tak salah aku mengagumi Leni, dan menjadikan dia sebagai gebetanku.” ucap Nazar keceplosan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan