Berkorban Demi Cinta
Hari ke-1899 tanpa jeda
Berkorban Demi Cinta
Bagian 3
“Tetap perlu Mang, Nazar masih belum pulang. Mungkin dia masih di dalam hutan disengat oleh lebah-lebah itu.” jelas Ujang ke Kohar, tokoh masyarakat desa Belibis tempat Ujang dan teman-temannya berdomisili.
“Oh…jadi kalian pergi ke hutan itu berempat.” tanya Sadikun ketua RT 02 Desa Belibis.
“Ya Mang.” jawab Ujang yang masih cemas dengan keselamatan Nazar.
Rombongan warga Desa Belibis itu kemudian meneruskan perjalanan mereka untuk mencari Nazar yang belum pulang. Ujang, Pudin dan Amir ikut juga dalam pencarian itu sebagai penunjuk jalan, untuk memberitahu lokasi kejadiannya.
Setelah berada di tepi hutan, Rofi yang sudah biasa mencari madu lebah di dalam hutan itu, memerintahkan semua yang mau ikut masuk ke hutan, agar mulai menghidupkan obor yang mereka bawa, untuk menghindari dari serangan lebah. Sedangkan yang tidak bawa obor disuruh cukup berjaga di luar hutan buat mencari keberadaan Nazar, siapa tahu dia sudah keluar dari hutan.
Belasan orang yang tidak masuk ke hutan termasuk Amir dan Pudin. Sedangkan Ujang yang sudah menyalakan obornya bersama enam warga desa lainya masuk ke dalam hutan. Mereka terus berteriak memanggil Nazar untuk mengetahui keberadaan Nazar.
“Nazaaar…Nazaaaaaar…kau di mana?”
“Nazaaaar…kami datang mau menyelamatkanmu.”
“Nazaaar…keluarlah dari persembunyianmu,”
Meski di dalam hutan itu Ujang dan warga desa lain berteriak berkali-kali, tetap saja tidak ada jawaban dari Nazar, karena dia masih belum sadarkan diri. Setelah mencari berjam-jam dan mengitari sudut-sudut hutan, Nazar tetap tak ditemukan. Sementara hari sudah semakin sore, dan sebentar lagi mulai gelap.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan