Kebebasan yang Terampas
Hari ke-1885 tanpa jeda
Kebebasan yang Terampas
Bagian 1
Nek Ijah begitu anak-anak panti asuhan memanggilnya, sekitar dua bulan terakhir ini dia tinggal di Panti Asuhan Kasih Bunda. Dia bukan pengasuh dan bukan pula orang tua dari salah satu anak yang tinggal di panti asuhan tersebut. Ijah dahulunya ketika dia masih berusia agak muda, sekitar umur 30 tahunan. Dia memang pernah menjadi salah seorang pengurus di panti asuhan tersebut.
Awal cerita, mengapa Ijah tinggal di panti asuhan tersebut dilatar belakangi kekecewaan terhadap suaminya yang menikah lagi. Suaminya yang bernama Tarjo menikah dengan seorang wanita muda yang cocok menjadi cucunya. Nama istri mudanya itu Bella.
Bella yang masih berumur belasan tahun dan baru menamatkan SMA-nya. Mau menikah dengan Tarjo, bukan karena silau dengan status dan kekayaan Tarjo, yang berstatus sebagai anggota dewan provinsi di tempat mereka berdomisili dan memiliki kekayaan yang terbilang luar biasa, melainkan ingin balas dendam atas kematian ayahnya.
Sebelum pernikahannya dengan Bella, Tarjo hidup rukun dengan Ijah yang pensiunan PNS. Sedangkan Tarjo sendiri profesinya sebagai pengusaha. Tinggal di rumah mewah yang besar, lengkap dengan semua fasilitas hidup yang serba modern dan mewah menjadikan kehidupan mereka terbilang cukup terpandang di lingkungannya. Namun Tarjo merasa tak begitu bahagia dengan kehidupannya, meski kaya dan berstatus pengusaha serta sebagai pejabat. Alasannya karena mereka tak memiliki anak.
Pada suatu hari Tarjo dengan keberaniannya ngomong dengan Ijah.
“Ma…aku mau ngomong sesuatu.” ucapnya tanpa ragu.
“Ngomonglah, apa yang mau Papa omongkan?”
“Papa merasa tak bahagia dalam hidup ini, meski Papa sebagai anggota dewan dan kita memiliki banyak aset serta uang yang berlimpah.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan