Kebebasan yang Terampas
Hari ke-1887 tanpa jeda
Kebebasan yang Terampas
Bagian 3
“Ada, Bella anak baru tamat SMA.” tegas Tarjo.
“Kalau Papa nekat mau menikah lagi, Mama pergi saja dari rumah ini.” ancam Ijah.
“Terserah Mama, diizinkan atau tidak, Papa tetap mau menikahi Bella.” ucap Tarjo tegas.
“Ingat Pa, menikah tanpa izin Mama, Papa bisa di penjara.”
“Papa tak peduli, pokoknya Papa mau menikah.” ujar Tarjo setengah berteriak.
Mendengar itu, Ijah masuk kamarnya sambil terus menangis. Belasan menit berikutnya, dia keluar kamarnya membawa koper berisi pakaiannya. Melihat itu Tarjo bertanya ke istrinya.
“Mama mau ke mana?”
“Pergi.” jawab Ijah singkat.
“Papa ingatkan, Mama jangan pergi. Kalau nekat tetap pergi, sudah keluar dari rumah ini tak boleh kembali lagi ke rumah ini.” tegas Tarjo ke istrinya.
Namun omongan suaminya, tak dihiraukan oleh Ijah. Dia tetap nekat pergi. Melihat kepergian istrinya, Tarjo diam saja. Tak berusaha mencegah istrinya pergi. Ternyata Ijah pergi ke panti asuhan yang agak jauh dari tempat tinggalnya.
Setelah seminggu kepergian istrinya, Tarjo menikahi Bella. Tarjo nekat membuat surat izin palsu persetujuan dari istri untuknya menikah. Dia juga mengancam istrinya, kalau membongkar kasus itu akan membunuh Ijah menyuruh preman-preman yang akan dibayarnya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan