Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Melawan Takdir

Hari ke-1884 tanpa jeda

Melawan Takdir

Bagian 7

Saat berada di rumahnya sang ibu belum tahu kalau semua perhiasannya hilang. Di hari berikutnya dia baru tahu semua perhiasannya hilang. Sang ibu langsung memasuki kamar Tono untuk menanyakan perhiasannya yang hilang.

Sayangnya ketika dia memasuki kamar anaknya, Tono sedang tertidur lelap dan celakanya sarung yang dikenakan Tono tersingkap. Karena Tono tak mengenakan celana dalam, ibunya jadi tahu kalau Tono bukan laki laki lagi, karena alat kelaminnya sudah berubah.

“Tonooo…Tonoooo kenapa kau melakukan operasi kelamin, itu melawan takdir Nak, berdosa.” teriak sang ibu sambil menangis meraung-raung.

Tangisan sang ibu membuat Tono terbangun dari tidur lelapnya dan juga mengundang sang ayah memasuki kamar Tono.

“Mengapa Ibu menangis meraung-raung?” tanya sang suami.

“Anak kita Yah, ternyata diam-diam sudah operasi kelamin.”

“Apaaa…? Dasar anak tak pandai bersyukur, sudah diciptakan Allah menjadi laki laki seenaknya mau menjadi perempuan. Mulai sekarang kau pergi dari rumah ini.”

“Jangan usir aku dari rumah ini Yah.” rengek Tono.

“Pergiiiiii…!” bentak ayahnya.

“Bukan itu saja Yah yang dilakukannya, anak kita mencuri semua perhiasanku.”

“Beraninya kau mencuri perhiasan ibumu, Ayah akan laporkan kau ke polisi.”

Karena sang ibu tak tega anaknya dipenjara, akhirnya ibunya Tono menyuruh suaminya membatalkan hendak menelpon polisi. Tono segera bangkit dari tempat tidurnya, lalu mengenakan pakaian untuk pergi dari rumah itu.

Saat mau meninggalkan kedua orang tuanya, Tono menyalami keduanya sambil berkata ke ibunya.

“Bu maafkan kesalahanku yang telah menjual perhiasan ibu, kalau saya dapat uang, saya berjanji akan mengganti semua perhiasan ibu.” ucapnya sambil menangis. Lalu Tono meninggalkan rumahnya untuk menemui Mince.

Namun sayangnya Mince tak ada di rumah kontrakannya, begitu juga di salonnya. Ternyata Mince sedang mendekam di Kantor Dinas Sosial yang tertangkap oleh petugas trantib untuk dilakukan pembinaan.

Akibatnya, beberapa malam Tono terpaksa tidur di emperan toko yang ada di pinggiran jalan. Tono tak tahu lagi nasibnya ke depan. Dia menyesali telah melakukan operasi kelamin, melawan takdirnya dari seorang laki laki mau menjadi perempuan.

Selesai

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post