Penelpon Tak Dikenal
Hari ke-1890 tanpa jeda
Penelpon Tak Dikenal
Bagian 1
Hari pertama memasuki masa pensiun Zaki senang sekali, karena kejenuhannya dengan rutinitasnya di kantor sudah berakhir. Dia jadi memiliki waktu luang yang banyak. Sebagai ungkapan rasa kebahagiaannya, dia menulis status di medsos, yang tulisannya seperti ini.
Alhamdulillah, hari ini merupakan hari pertama pensiun saya.
Tak lama usai menulis status itu, dirinya menjadi sering ditelpon orang yang tak dikenal dengan berbagai kepentingan, seperti menawarkan barang-barang rumah tangga, produk elektronik, motor baru, mobil baru dengan cicilan ringan, menawarkan pinjaman, ansuransi, dan berbagai modus penipuan.
Mendapati kenyataan itu Zaki merasa terganggu juga, karena sebentar-sebentar handphone-nya berbunyi. Meski merasa terganggu, Zaki tetap mengkondisikan dirinya enjoy saja. Dia tak mau hari-hari bahagianya terampas oleh hal-hal seperti itu.
Setelah berpikir dan merenung agak lama, apa penyebab dirinya sering ditelpon oleh orang tak dikenalnya itu, Zaki baru tersadar dirinya sering di telpon sejak dia menulis status pensiun di akun medsosnya, sebelumnya hampir tidak pernah dia ditelpon oleh orang yang tak dikenalnya. Zaki jadi tersenyum sendiri sambil berkata dalam hatinya.
“Rupanya para penelpon yang tak kukenal itu, menganggapku sudah menjadi orang kaya, karena telah menerima uang pesangon satu milyar rupiah dari pemerintah.”
Ingin rasanya Zaki menulis lagi di akun medsosnya untuk menyadarkan para penelponnya dengan tulisan, Hei para penelpon tak dikenal, saya memang sudah pensiun. Tapi saya belum menjadi orang kaya, karena uang pesangon satu milyar rupiah yang kalian duga saya terima, itu belum saya terima. Karena peraturan itu belum berlaku. Saya hanya menerima uang pensiun cuma puluhan juta. Uang itu sudah habis, sudah disetorkan untuk biaya saya naik haji. Sekarang saya tak punya tabungan lagi. Berhentilah sering menelpon saya, hanya menghabiskan pulsa kalian dan menghabiskan waktu saya saja untuk menerima panggilan itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan