Aku Menyesal Tak Memilihmu
Hari ke-1905 tanpa jeda
Aku Menyesal Tak Memilihmu
Bagian 1
Setelah dua bulan menjalani masa pensiun, Dedi memutuskan untuk pindah ke desa kelahirannya. Rumah dan semua aset yang dimilikinya, di tempat dia berdomisili dia jual. Pertimbangannya pindah ke desa kelahirannya, karena di tempat perantauannya dia hanya tinggal sendirian. Istrinya sudah lama meninggal dunia, dua anak perempuannya sudah ikut suaminya menetap di Bandung dan Surabaya.
Di desa kelahirannya, Dedi membeli rumah yang besar dan bagus dari hasil penjualan rumah dan mobilnya. Uang yang didapat dari pensiun dan hasil penjualan aset lainnya mau dia jadikan sebagai modal membuka toko kelontong di bawah rumah panggung yang baru dibelinya, karena pemilik rumah sebelumnya sudah membangun toko kelontong untuk berjualan, jadi Dedi tinggal memanfaatkan saja toko di bawah rumah panggungnya itu. Untuk membantu dirinya melayani para pembeli, Dedi menggaji dua orang warga desa sebagai pegawainya.
***
Ternyata toko kelontong Dedi, dari pagi hingga sore hampir tak pernah sepi pembeli. Setelah membuka usaha bisnisnya di toko kelontong tersebut sekitar dua tahun, Dedi sudah menjadi orang kaya untuk ukuran di desanya.
Mengetahui mantan pacarnya, sudah menjadi orang kaya, Siti yang baru pulang dari Hong Kong sebagai TKW, tergiur untuk menjalin lagi hubungan dengan Dedi. Sebagai seorang janda dia ingin memanas-manasi mantan suaminya yang sudah menikah lagi dengan janda di desa mereka.
Untuk mewujudkan keinginannya itu, pada suatu sore saat toko Dedi sudah tutup dan dua pegawainya sudah pulang ke rumah masing-masing. Siti bertamu ke rumah Dedi seorang diri, dengan mengenakan pakaian yang bagus, jam tangan mahal, kaca mata hitam yang dibelinya di Hong Kong, saat itu Siti bernampilan seperti wanita luar negeri.
“Assalamualaikum.” ucap Siti memberi salam ke Dedi pemilik rumah.
“Waalaikumsalam.” jawab Dedi membukakan pintu rumah panggungnya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan