Enaknya Menjadi Pensiunan Guru
Hari ke-1912 tanpa jeda
Enaknya Menjadi Pensiunan Guru
Bagian 4
Tak lama kemudian Eko papanya Ari keluar untuk menemui anaknya. Melihat ada ayahnya yang masih duduk di jok motor gedenya, cepat-cepat Eko membukakan pintu pagar rumahnya. Lalu Amri memasukkan dan memarkirkan motor gedenya di samping mobil SUV Eko yang terparkir.
Begitu Amri turun dari motornya, Eko menyalami ayahnya. Ari ikut-ikutan menyalami kakeknya. Usai disalami oleh anak cucunya, Amri langsung menggendong dan mencium Ari.
Mendengar ribut-ribut di halaman depan rumahnya, Ira keluar sambil menggendong anaknya yang baru berumur tujuh bulan. Melihat ada mertuanya yang datang, Ira langsung menyalami mertuanya, sambil berkata.
“Mas, ayah mengapa tidak diajak masuk?”
“Ayah lagi melampiaskan rindu beliau ke Ari.”
“Masuk Yah.” kata Eko dan Ira hampir bersamaan.
Amri masuk sambil menggendong cucunya. Saat berada di dalam rumah, Amri menurunkan Ari dari gendongannya. Ari kemudian duduk di kursi mebel di samping kakeknya.
Baru saja duduk, asisten rumah tangga di rumah itu sudah menyuguhi Amri kopi panas dan sepiring gorengan. Setelah dipersilakan oleh menantunya minum, Amri langsung menyeruput kopi hitam manis kesukaannya. Usai menikmati kopi dan gorengan, Eko berkata ke ayahnya.
“Ayah kapan berangkat dari rumah?”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan