Enaknya Menjadi Pensiunan Guru
Hari ke-1913 tanpa jeda
Enaknya Menjadi Pensiunan Guru
Bagian 5
“Kemarin.” jawab Amri singkat.
“Mengapa nekat naik motor gede, tidak naik pesawat saja?”
“Ayah kepingin mengendarai motor menempuh jarak yang jauh.”
“Ayah itu sudah tua, kalau terjadi apa-apa di jalan siapa yang menolong?”
“Kau tak perlu khawatir, di mana-mana ada mantan murid Ayah. Mereka pasti menolong Ayah.”
“Memangnya di Palembang dan di Pangkal Pinang ada mantan murid Ayah?”
“Banyak sekali…ada yang menjadi tentara, polisi, dokter, perawat, pegawai bank, guru dan ASN lainnya. Kalau terjadi apa-apa Ayah tinggal telepon mereka saja. Ayah memiliki nomor telepon mereka semua.”
“Jadi enak Yah sebagai pensiunan guru?” tanya Ira sang menantu.
“Ya jelas. Di mana-mana Ayah dihormati dan selalu ditolong kalau mendapatkan kesulitan bahkan Ayah sering diberi ini dan itu serta sering ditraktir makan oleh mantan murid Ayah yang sudah sukses.”
Mendengar omongan ayahnya, Eko tak berani lagi ngomong, apalagi untuk menasehati ayahnya untuk menghentikan hobi ayahnya mengendarai motor gedenya menempu jarak yang jauh. Ayahnya pasti menceritakan banyak hal untuk mengadakan pembelaan diri.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan