Enaknya Menjadi Pensiunan Guru
Hari ke-1909 tanpa jeda
Enaknya Menjadi Pensiunan Guru
Bagian 1
Amri pensiunan guru SMA. Dia sudah hampir tiga tahun pensiun dan sudah menjadi duda. Istrinya sudah sekitar sebelas bulan meninggal dunia lantaran mengidap penyakit diabetes. Karena selalu kesepian di rumahnya yang besar, disebabkan semua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di beberapa provinsi yang ada di Indonesia, untuk mengemban tugas sebagai ASN.
Lantaran sudah rindu dan kangen dengan anak cucunya, Amri nekat untuk menemui anak, cucu dan menantunya yang tinggal di kota Palembang dengan mengendarai motor gedenya. Itu dilakukan karena dia memiliki jiwa muda, yang hobinya jalan-jalan mengendarai motor gede.
Jalan-jalan seperti ini sudah beberapa kali dilakukannya. Sebelumnya dia pernah mengunjungi anaknya di provinsi Lampung, Jakarta dan Jambi. Baginya mengendarai motor menempuh jarak yang jauh bukan saja menambah kebahagiaannya, tetapi lebih dari itu, dia bisa menghilangkan kejenuhannya tinggal di rumahnya seorang diri.
Sore itu dia meninggalkan rumahnya yang ada di Tanjungpandan, menuju ke pelabuhan kapal di desa Pegantungan yang ditempuhnya sekitar setengah jam. Selama perjalanannya menuju Pelabuhan Pegantungan tersebut, Amri menggeber motornya lumayan kencang.
Dia tidak begitu menikmati pemandangan yang ada di kiri kanan jalan, karena pemandangan itu tidak asing lagi baginya, karena sudah sering melewati jalan tersebut. Menunggu sekitar setengah jam di Pelabuhan Pegantungan, motor gedenya sudah boleh masuk ke kapal ferry untuk menyeberang ke Pulau Bangka.
Bakda Magrib kapal ferry yang ditumpangi Amri mulai berjalan meninggalkan Pelabuhan Pegantungan menuju ke Sadai yang ada di Pulau Bangka. Motornya diparkir di dek bawah kapal tersebut, sedangkan dia duduk di dek atas bersama penumpang lain. Karena kecapaian, belum larut malam dia sudah tertidur di kursi yang di dudukinya. Ketika terbangun ternyata sudah Subuh.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan