Pak Kades Muda
Hari ke-1950 tanpa jeda
Pak Kades Muda
Bagian 4
“Maksud kedatangan saya ke sini, hanya mau bertanya. Apa Pak Kades tak kepingin cepat berkeluarga? Terasa janggal di desa kita ini ada Pak Kadesnya tapi bu kadesnya tidak ada.”
Mendengar itu Sukri hanya tersenyum, lalu menjawab pertanyaan Imron dengan jawaban bohong.
“Saya mau saja cepat menikah Pak, tapi belum punya pacar.”
“Menikah tak mesti harus punya pacar, kalau bertemu dengan wanita yang cocok langsung ajak menikah saja.” ujar Imron.
“Saya belum menemukan wanita yang cocok Pak.” ucap Sukri berbohong lagi, padahal sebenarnya dia sedang menunggu pacarnya yang masih kuliah. Usai wisuda dia baru mau menikahi pacarnya itu.
“Kalau dengan anakku, Pak Kades pasti cocok.” pancing Imron.
“Bapak punya anak gadis ya?” tanya Sukri ke Imron, yang merupakan warga Desa Beringin yang baru pindah ke desa itu dari desa lain.
“Iya, seumuran Pak Kades. Kapan-kapan saya ajak menemui Pak Kades, ya.”
Mendengar omongan tamunya, Sukri diam saja tak enak menolak omongan Imron.
***
Dua hari kemudian, Imron menepati janjinya mengajak anak gadisnya yang cantik menemui Pak Kades. Begitu bertemu dengan anak Imron, Sella. Baik Sukri maupun Sella sama-sama berteriak kaget.
“Sukriii…” teriak Sella.
“Sella…” teriak Sukri.
“Rupanya kalian sudah saling kenal ya?” tanya Imron.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan