Terpedaya
Hari ke-1941 tanpa jeda
Terpedaya
.
Kesedihan yang kurasakan tak tertahankan
Pikiranku selalu menjadi kacau karenanya
Perasaan ingin marah selalu menguasaiku
Marah dengan kebodohan, kecerobohan diri ini
Aku tertipu dengan mulut manisnya
Aku termakan dengan bujuk rayunya
Aku bisa dipermainkannya
.
Dirinya memang pandai memainkan lakon sandiwara cinta
Di hadapanku, dia bertutur kata manis
Mengobral cinta, berjanji setia selamanya
Di belakangku ternyata dia tak lebih seperti serigala berbulu domba
.
Setelah semua impiannya dia raih
Dia menghilang tanpa meninggalkan jejak
Pergi entah kemana?
.
Ternyata diam-diam dia bersama cintanya yang lain
Menikmati apa yang dia dapatkan dariku
.
Aku berdoa semoga kau menyadari kesalahanmu
Sekecil apapun kejahatan, ada balasannya
Bertobatlah sebelum azab itu menimpamu
Agar kau mendapat ampunan-Nya
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan