Nenek Penjual Pisang
Hari ke-2029 tanpa jeda
Bagian 5
“Waalaikumsalam.” terdengar jawaban wanita muda yang lembut dan merdu dari dalam rumah.
Begitu pintu rumah dibuka oleh wanita muda itu, Irsan sangat terkejut sekali melihat wanita muda yang seumuran dengan dirinya berdiri di hadapannya. Jantung Irsan terasa mau copot melihat kecantikan wanita muda itu. Sampai Irsan lupa untuk ngomong kalau kedatangannya ke rumah itu untuk menemui nenek penjual pisang itu, yang belakangan dia ketahui dipanggil Nek Dija.
“Abang ke sini ada keperluan apa?” tanya gadis cantik itu memulai pembicaraan.
“Saya mau menemui Nek Dija, apa benar ini rumahnya?”
“Benar sekali, saya Tania cucunya.”
“Saya Irsan pelanggan pembeli pisang Nek Dija.”
“Mari masuk Bang, nenek saya sedang sakit.”
“Ya, terima kasih.”
Irsan masuk ke dalam rumah itu, lalu mendekati nenek penjual pisang yang sedang sakit itu. Ketika itu nenek penjual pisang itu terlihat seperti sedang tidur, jadi Irsan tak bisa ngomong dengan nenek tersebut.
“Sudah berapa lama Nenek Dija sakit?” tanya Irsan ingin tahu.
”Sudah hampir seminggu, Bang.” jawab Tania gadis cantik itu.
“Mengapa tak dibawa ke RSUD?” tanya Irsan lagi.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan