Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Nenek Penjual Pisang

Hari ke-2032 tanpa jeda

Bagian 8

“Beliau tak mau dibawa ke RSUD, Dok.” jawab Tania.

“Untung saja nyawa pasien masih bisa ditolong.” ucap dokter itu.

“Nek Dija menderita penyakit apa, Dok?” tanya Irsan.

“Nenek kalian menderita penyakit demam berdarah. Sebentar lagi pasien harus dipindahkan ke ruang rawat inap untuk dirawat di RSUD ini dalam beberapa hari sampai pasien sembuh.” jelas dokter itu.

Mendengar itu Tania jadi kebingungan dan gugup, dia takut Irsan yang baru dikenalnya tak menepati janjinya untuk membayar semua biaya perawatan neneknya. Di dalam benaknya terpikir mau mencari uang ke mana untuk bayar biaya perawatan dan pengobatan neneknya.

Irsan yang tahu kebingungan Tania langsung berkata ke dokter itu.

“Dok, tempatkan saja Nek Dija di ruang inap VIP, soal biayanya menjadi tanggung jawab saya.” pinta Irsan.

“Baik kalau itu maunya. Nanti kami tempatkan pasien di ruang VIP di lantai 2.” jawab dokter itu.

***

Dija sudah tiga hari di rawat di ruang VIP RSUD di kecamatan tempat mereka tinggal. Tania dengan tak bosan-bosannya yang menjaga dan menemani neneknya setiap saat. Sedangkan Irsan setiap hari menjenguk sang nenek pada sore hari, saat dia pulang kerja hingga menjelang Magrib.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post