Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Nenek Penjual Pisang

Hari ke-2034 tanpa jeda

Bagian 10

“Kamu mau jadi pacar saya?”

Tania tidak menjawab, tapi dia tersenyum ke arah Irsan sambil menganggukkan kepalanya lebih dari satu kali.

Melihat itu Irsan tersenyum senang. Tania juga ikut senang, karena selain orang yang disukainya sejak pandangan pertama sudah menjadi pacarnya, hari itu juga neneknya sudah sehat seperti dahulu.

Dija yang duduk di jok belakang merasa senang sekali, karena cucunya yang berstatus yatim piatu sejak kecil dan dibesarkannya sejak lama sudah menjadi pacar pria yang baik di matanya.

Dia berharap Irsan, pria yang baik yang menjadi pelanggannya membeli pisang dagangannya, kelak bisa menjadi suami cucunya, agar ketika dia sudah meninggal, cucunya ada yang menafkahinya dan menjamin masa depannya.

Berharap Irsan bisa menjadi imam bagi cucunya, sang nenek memberanikan diri berkata ke Irsan.

“Cucuku, kalau kau sudah merasa cocok dengan Tania, cucu Nenek. Pacarannya jangan lama-lama ya, segera lamarlah Tania menjadi istrimu.”

Tanpa ragu dan berpikir panjang lagi Irsan berkata ke Dija sang nenek.

“Ya Nek, awal bulan aku mengajak keluargaku ke rumah nenek untuk melamar cucu Nenek.”

“Benarkah?” tanya Dija tersenyum kesenangan.

“Ya Nek, aku tak bohong.” ujar Irsan.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post