Nenek Penjual Pisang
Hari ke-2028 tanpa jeda
Bagian 4
Akhirnya Irsan memberanikan diri bertanya ke ibu penjual sayur kangkung yang berjualan tak jauh dari nenek itu biasa berjualan.
“Maaf Bu nanya, nenek berjualan pisang di sini ke mana ya. Sudah dua hari saya mau beli pisangnya, tapi nenek itu tak berjualan. Apa nenek itu sakit ya Bu?”
“Maaf Mas saya kurang tahu. Nenek itu sudah hampir seminggu ini memang tidak kelihatan berjualan. Saya kurang tahu apa sebabnya.” jelas ibu muda itu.
“Ibu tahu alamat rumah nenek itu?” tanya Irsan ingin tahu.
“Rumahnya ada di Gang Kelinci. Mas masuk saja di gang itu, jalan sekitar 100 meter. Rumah sederhana bercat coklat pucat itulah rumahnya.” jelas ibu muda penjual kangkung tersebut.
“Oke Bu, terima kasih atas infomasinya.” ucap Irsan ke ibu muda tersebut.
Karena hari itu hari libur, Irsan tak perlu buru-buru untuk pulang ke rumahnya buat bersiap pergi ke kantor papanya. Irsan langsung mengayuh sepedanya menuju Gang Kelinci, rasa kepeduliannya menuntunnya ke sana, untuk mengetahui kabar tentang nenek itu. Karena kalau teringat dengan nenek itu, dirinya merasa seperti menemui neneknya sendiri yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Kurang dari sepuluh menit dia sudah menemukan rumah nenek itu. Irsan memarkirkan sepedanya di halaman rumah nenek itu, lalu mengetuk pintu rumahnya seraya mengucapkan salam.
“Assalamualaikum, Nek.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan